Seminar Nasional Prodi PBS Unesa Kupas Tuntas Isu Mutakhir Pembelajaran, Bahasa, dan Sastra

Surabaya, 20 Oktober 2023 - Prodi S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Isu Mutakhir dalam Studi Pembelajaran, Bahasa, dan Sastra" pada Jumat, 20 Oktober 2023. Berlangsung di Gedung T4 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Unesa, seminar ini menghadirkan dua pakar ternama: Prof. Dr. phil. Kamal Yusuf, S.S., M.Hum. (Dosen UINSA, Pakar Linguistik) dan Dr. Tengsoe Tjahyono (Dosen Unesa, Pakar Sastra).
Seminar nasional ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia. Dekan FBS Unesa dalam sambutannya, menekankan pentingnya mengikuti perkembangan mutakhir dalam bidang pembelajaran, bahasa, dan sastra. "Dunia pendidikan selalu berkembang pesat, dan kita sebagai pendidik dan praktisi harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan kita agar dapat memberikan pendidikan yang berkualitas kepada generasi penerus bangsa," ujarnya.
Prof. Dr. phil. Kamal Yusuf, S.S., M.Hum., dalam paparannya, menyampaikan tentang berbagai isu mutakhir dalam linguistik, seperti perkembangan teknologi bahasa, variasi bahasa, dan pembelajaran bahasa secara virtual. Ia memaparkan bahwa teknologi bahasa berkembang pesat dan membawa pengaruh besar pada cara kita berkomunikasi dan menggunakan bahasa. Ia juga menekankan pentingnya penelitian linguistik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dr. Tengsoe Tjahyono, dalam paparannya, membahas tentang berbagai isu mutakhir dalam sastra, seperti sastra digital, sastra popular, dan sastra multikultural. Ia menjelaskan bahwa sastra digital menjadi semakin populer di kalangan generasi muda, dan sastra popular memiliki peran penting dalam membentuk budaya populer. Ia juga mengajak para peserta untuk terus mengikuti perkembangan dunia sastra yang dinamis dan selalu terbuka terhadap berbagai kemungkinan baru.
Seminar nasional ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung meriah. Para peserta antusias untuk mengajukan pertanyaan dan bertukar ide dengan para narasumber. Seminar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan studi pembelajaran, bahasa, dan sastra di Indonesia. [RN]